16 Maret 2011

Merayakan Hari Pernikahan: Anggur yang Terbaik

Yogyakarta. Kota kenangan yang menyenangkan hati. Pada tanggal 12-15 Maret 2011 yang lalu, aku kembali datang ke Yogyakarta, bukan untuk melepas kangen dengan kota Yogyakarta karena tidak memiliki kesempatan untuk keliling, akan tetapi untuk melepas kangen dengan sibungsu dan suami serta ketiga ponakannya yang sangat menggemaskan. Selain melepas kangen juga untuk menghadiri perayaan hari ulangtahun pernikahan mereka yang ke-10 tahun.

Point penting dalam perayaan pernikahan mereka adalah hadirnya seorang pendeta yang telah kukenal di masa aku kuliah, Pdt. Budi Marsudi. Dia memberikan kotbah yang membangun sekali, diambil dari ....hm...lupa tepatnya pasal apa, tetapi perihal: Air menjadi Anggur.

Inti dari kotbah tersebut adalah:
1. Biasanya orang menyuguhkan anggur yang terbaik dalam suatu pesta dan kemudian setelah anggur terbaik habis maka yang disediakan anggur yang biasa. Kebiasaan ini karena ketika telah menikmati anggur terbaik maka anggur yang biasa menjadi biasa juga.
2. Maksud dari point pertama adalah: suatu pernikahan sering sekali mengalami "kebahagiaan" di awal pernikahan akan tetapi semakin hari bertambah maka "kebahagiaan" pernikahan itu menjadi semakin hambar, menjadi semakin biasa saja. Hal ini terjadi salah satunya adalah karena kebiasaan membangun komunikasi semakin berkurang karena "rutinitas kehidupan". Yang ketika awal pacaran komunikasi itu sangat menyenangkan dan seintens mungkin, kemudian memasuki pernikahan bertambah tahun berkuranglah greget komunikasi dan semakin berkurang pula intensitasnya. Contohnya:
  • tidak ada jam makan bersama
  • tidak ada jam doa bersama
  • tidak ada waktu berdua bersama
Rutinitas kehidupan membuat kita tidak menyadari indahnya hari yang kita lalui setiap saat. Atau kita hidup dengan masa lalu, hidup dengan penyesalan atau hidup dengan masa depan, hidup penuh dengan kekhawatiran. Berapa banyak diantara kita yang tidak menyadari hidup pada saat ini, tidak dapat menikmati hidup saat ini. Bagaimana dengan anda?

Perayaan pernikahan itu menjadi penting bukan untuk "hura-hura"nya tetapi waktu bagi kita mengevaluasi pernikahan kita, apakah anggur pernikahan kita semakin hari semakin yang terbaik yang kita rasakan ataukah semakin asam? Hm...aku perlu sampaikan kepada suamiku agar kami belajar "merayakan hari pernikahan kami" sehingga perayaan itu menghasilkan anggur yang terbaik.

0 komentar: