1. Perjalanan menuju gereja dengan bis kota no. 57 sehubungan gereja bareng dengan ponakan tertua, Ngy yang manis. Dalam perjalanan itu terpikir kembali mengenai counselling centre. Terpikirkan dengan latar belakang yang ada saat ini, yaitu banyak anak-anak yang tidak memiliki rasa percaya diri dan banyak orang yang "stress" dengan kehidupan yang semakin "berat".
2. Langkah yang diambil untuk mewujudkan counseling center ini adalah:
a. Browsing internet
b. Menempelkan gambar suatu lingkungan counseling center
c. Memikirkan setiap hari
3. Allah kita adalah Allah yang luar biasa dan berkuasa, so...pasti mengalirlah ke anak-anakNya. Masak kita punya Allah yang luar biasa, tapi kita yang mengaku anak-anakNya "melempem". Malu dong...Remember that God is almighty.
4. Anak Allah memeiliki keyakinan atas otoritas Allah dalam hidup kita. Berhasil....tapi jangan lupa "mengonsongkan diri" (merendahkan diri dihadapanNya).
5. Mulai dari Yerusalem. Maksudnya adalah:
a. mati di atas kayu salib/menderita bukan berarti menderita saja (terpuruk dalam penderitaan) tapi yakin dalam penderitaan itu. "Penderitaan" bukan berarti kemegahan diri/tujuan diri kita sendiri
b. Mulai di Yerusalem artinya menanti Allah. Menanti artinya persiapan yang Allah sendiri lakukan sehingga perlu yang pertama tadi bahwa bukan kemegahan kita tapi tujuan Allah. Persiapan apa yang Allah lakukan untuk Renta?
* Menyelesaikan problem diri untuk menolong mereka yang mengalami seperti itu
* Tahapan-tahapan dalam persiapan itu:
- bertemu Allah (kisah him)
- proses penyelesaian diri (Jakarta)
- Meningkatkan skill (peristiwa dalam bis): browsing, tempel, think everyday/imagine, think dan tulis setiap hari dalam proses hidup: family, husband, bestfriend, friends. Catat secara detail. Masing-masing mereka dan kaitkan dengan teori konseling/psikologi
6. Akhir dari semua itu adalah menjadi saksiNya menjadikan Kerajaan Allah dalam semua visi itu.
2. Langkah yang diambil untuk mewujudkan counseling center ini adalah:
a. Browsing internet
b. Menempelkan gambar suatu lingkungan counseling center
c. Memikirkan setiap hari
3. Allah kita adalah Allah yang luar biasa dan berkuasa, so...pasti mengalirlah ke anak-anakNya. Masak kita punya Allah yang luar biasa, tapi kita yang mengaku anak-anakNya "melempem". Malu dong...Remember that God is almighty.
4. Anak Allah memeiliki keyakinan atas otoritas Allah dalam hidup kita. Berhasil....tapi jangan lupa "mengonsongkan diri" (merendahkan diri dihadapanNya).
5. Mulai dari Yerusalem. Maksudnya adalah:
a. mati di atas kayu salib/menderita bukan berarti menderita saja (terpuruk dalam penderitaan) tapi yakin dalam penderitaan itu. "Penderitaan" bukan berarti kemegahan diri/tujuan diri kita sendiri
b. Mulai di Yerusalem artinya menanti Allah. Menanti artinya persiapan yang Allah sendiri lakukan sehingga perlu yang pertama tadi bahwa bukan kemegahan kita tapi tujuan Allah. Persiapan apa yang Allah lakukan untuk Renta?
* Menyelesaikan problem diri untuk menolong mereka yang mengalami seperti itu
* Tahapan-tahapan dalam persiapan itu:
- bertemu Allah (kisah him)
- proses penyelesaian diri (Jakarta)
- Meningkatkan skill (peristiwa dalam bis): browsing, tempel, think everyday/imagine, think dan tulis setiap hari dalam proses hidup: family, husband, bestfriend, friends. Catat secara detail. Masing-masing mereka dan kaitkan dengan teori konseling/psikologi
6. Akhir dari semua itu adalah menjadi saksiNya menjadikan Kerajaan Allah dalam semua visi itu.
