30 April 2018

Berhenti Mengeluh

Satu lagi tulisan dalam group WA KOMPAK yang menurutku sangat sayang jika dilewatkan dengan tanpa ditulis kembali dalam blog ini. Tulisan ini sangat bagus, mengingatkan aku untuk tidak bersungut-sungut atau mengeluh tetapi justru mengutamakan Bersyukur. Thanks, Bu Rimma...untuk kiriman tulisannya yang sangat menolong mengingatkan diriku pada hari ini, Senin, 30 April 2018.

"Siapa yang mempunyai hikmat? Biarlah ia berpegang pada semuanya ini, dan memperhatikan segala kemurahan TUHAN".
(Mazmur 107:43).

Hari ini mari kita bersyukur pada Tuhan dan pastikan kita tidak mengeluh tentang apapun. Mintalah Tuhan agar  saat kita ingin mengeluh, Tuhan menahan bibir-lidah kita.Hari ini biarlah kita  penuhi dengan bersyukur atas apa yg ada pada kita tanpa harus menyesali apa yg belum kita peroleh. Banyak orang punya masalah yg sama seperti anda, dan  bila mereka tak mengenal Tuhan, maka mereka tak bisa bersyukur pada Tuhan seperti yg bisa anda lakukan.

Alkitab berkata, "Demikian juga perkataan yang kotor, yang kosong atau yang sembrono — karena hal-hal ini tidak pantas — tetapi sebaliknya ucapkanlah syukur". ( Efesus 5:4).
Karena itu pikiran yg menjadi ucapan kita.


Doa :
Bapaku, terimakasihku untuk segala anugerahMu yg indah. Tolonglah aku untuk tidak berkeluh kesah saja, tapi biarlah syukur yg selalu keluar dari bibirku.
Aku mohon pertolonganMu agar aku terus fokus  melihat hidup dalam perspektifMu yg indah karena AnugerahMu yg takterhingga.
Amin.

From : Starting Your Day Right
by Joyce Meyer.

Raksasa Yang Menghadang Antara Anda dan Impian Anda

Ini hanyalah sebuah copas murni dari salah satu yang ada dalam group WA KOMPAK. Yang mengirimnya adalah Ibu Rimma, ibu pendeta yang selalu punya semangat tinggi dalam pemuridan. Satu jiwapun tidak akan diabaikannya:) Semua orang yang rindu untuk bertumbuh diterima dengan hati bersukacita, even dia harus mengajar untuk satu jiwa saja. Luar biasa. Tulisan ini adalah dari Daily Hope by Rick Warren. Dengan segera aku tuliskan di blog ini sebagai pengingat tentang impian pemuridan. 

"... dan supaya segenap jemaah ini tahu, bahwa TUHAN menyelamatkan bukan dengan pedang dan bukan dengan lembing. Sebab di tangan TUHANlah pertempuran dan Ia pun menyerahkan kamu ke dalam tangan kami." (1 Samuel 17:47).

Dalam kisah Daud yg tertulis di kitab 1-Samuel, dia sebenarnya harus melawan 4 raksasa lain sebelum dia berhadapan dengan Goliath.4 raksasa lain itu bukan dalam wujud fisik, tapi raksasa yg menghantui didalam pikirannya. Andapun mungkin juga menghadapi  hal yg sama, sama mengancamnya seperti yg dihadapi Daud, dan ini menjauhkan kita dari yg dikehendaki Tuhan bagi hidup anda.

Raksasa pertama yg menghadang impian anda adalah "Masa Tunggu". 
Tidak ada impian yg diberikan Tuhan  yg datang instant. Impian yg Tuhan berikan hari ini,  tidak tiba tiba menjadi kenyataan seketika atau esok hari.  Bisa saja berbulan bulan ataupun bertahun tahun. Ada 'masa tunggu' .Dalam kasus Daud , bahkan setelah Samuel mengurapi Daud pun ada masa tunggu, dimana Isai (ayah Daud) tetap meminta Daud kembali menggembalakan domba dombanya dulu. Ketika impian yg Tuhan berikan tidak sejalan dengan situasi dan orang-orang sekitar anda, tentu ada 'masa tunggu' dan bisa saja orang orang disekitar anda justru ingin anda undur. Tapi Tuhan kita dapat diandalkan dan Dia akan melengkapkan semua karyaNya untuk anda pada waktunya.

Raksasa kedua yg juga akan anda hadapi adalah 'patah semangat'. 
Goliath membuat suasana ketakutan di Israel sehingga setiap orang sudah  merasa  kalah dalam perang tsb. Akibatnya  mereka sudah 'patah semangat' dan ngeri sebelum bertempur. Selalu saja ada orang orang yg di sekitar kita yg melemahkan semangat kita dan  berkata, "Percuma, itu tidak mungkin". Atau "Tidak usah mimpi yg tak akan terjadi". Daud tidak 'patah semangat', dia yakin pada pertolongan Tuhan.

Raksasa ketiga yg menghadang anda adalah 'celaan'.
Dalam kasus Daud, bahkan saudara-saudaranya sendiri mempertanyakan motif Daud, dan tidak setuju Daud mau maju melawan Goliath. Orang lain bisa salah menilai, salah mengerti dan menjelek jelekkan anda ketika anda maju mengejar impian yg Tuhan berikan untuk anda.Anda harus memutuskan langkah anda, dukungan orang atau dukungan Tuhan.

Raksasa keempat yg juga harus anda hadapi adalah 'keraguan'
Raja Saul adalah ahli perang, dia  mengatakan Daud gila dengan maju melawan Goliath. Mungkin para ahli juga mengatakan anda tidak mampu. Dan ini juga bisa membuat anda ragu akan diri anda sendiri. Ketika saya menulis buku "The purpose driven life", editor & penerbit  menyurati saya dan mengatakan, "Buku ini tidak akan laku, tidak ada orang mau membaca 40 chapter".  Saat ini surat tsb saya pigura untuk mengingatkan bahwa para ahli sering salah dan kehendak Tuhan tidak bisa dikalahkan.

Apakah anda bisa bersabar ketika ada 'masa tunggu' ?
Mungkin banyak celaan yg membuat anda down.
Tetaplah fokus mendengarkan Tuhanmu.
Peganglah janji Tuhan agar anda sendiri bebas dari keraguan.

Dari DAILY HOPE
by Rick Warren.

15 Maret 2018

Trimakasih untuk cerita hidupmu, Rinjani Sinaga!

Aku tidak mengenal dia. Bahkan aku baru tahu dia saat membaca postingan salah satu teman di Facebookku. Ntah kenapa, aku membuka link nya padahal aku tidak mengenalnya. Sepertinya aku penasaran, lha...masih muda sudah menuju kekekalan. Lalu aku membaca postingan dari dia. Oh iya, namanya Rinjani Sinaga, salah satu teman dari temanku di Medan. 

Saat aku membaca setiap postingannya, aku sangat terkesan dengan setiap postingannya, sangat inspiratif. Iyah....satu hal sama seperti namanya Rinjani, seperti nama gunung ya. Bagiku gunung itu identik dengan kekuatan yang luar biasa dan aku mendapat kesan yang sama dalam setiap postingannya. Dia adalah salah satu penderita penyakit Lupus. Tetapi tidak ada keluh kesah dalam postingannya dari terakhir saat dia sakit berada di RS sampai paling tidak aku membaca Oktober 2017. Wow....setiap postingannya justru semakin membuatku terkagum-kagum. Luar biasa....tidak ada hujatan sekalipun dalam penderitaanya, tidak ada protes yang terbaca, bahkan selalu ucapan syukur untuk setiap waktu yang diberikan kepadanya, dukungannya pada sesama teman sependeritaannya dan...dalam sakitnya, dia masih berkarya secara luar biasa. Dia bisa mengajak teman-temannya untuk membantu sesama penderita Lupus dengan mendirikan SAS kota Medan. Dari beberapa yang kubaca, dengan lembaga yang dibangunnya sudah ada bantuan yang diberikan kepada sesama penderita Lupus. Luar biasa....

Aku melihat bagaimana hidupmu kau isi dengan perenungan-perenungan tentang DIA. Foto-foto yang kau upload tentang langit yang biru nan cerah....pantai yang indah dengan beberapa untaian kata yang memberikan motivasi bagi yang membaca. Pujian yang kau senandungkan dengan suaramu yang merdu dan petikan gitar yang aduhai. Kau mungkin tidak seahli musisi tetapi bagaimana kau memaknai setiap kata membuat hati bergetar mendengarkanya. 

Trimakasih Rinjadi Sinaga. Aku tidak mengenalmu, tetapi kau menjadi salah satu warna yang Tuhan ijinkan ada dalam perjalanan hidupku saat ini. Trimakasih....dan selamat jalan menuju keabadian bersama DIA, Sang Pemberi Kehidupan Kekal.

Pengenalan Akan Kristus Berdampak Pada Keseharian Hidup Kita

Well....saat ini aku sangat senang sekali karena Dia kembali mengingatkan diriku lagi tentang makna dari pengenalan akan Kristus dan dampaknya dalam kehidupan keseharian setiap orang yang mengenalNYA. 

Iyah....satu hal yang pasti, ketika kita menyatakan secara pribadi bahwa kita telah menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat, maka pastinya ada dampak dalam kehidupan kita. Pastinya ada dampak bagaimana kita menjalani hidup keseharian kita. Lha...kan dibilang bahwa ketika kita lahir dalam Kristus, maka manusia lama kita ditinggalkan dan manusia baru kita terjadi. Manusia lama itu seperti apa ya? Manusia ciptaan baru itu seperti apa ya? Hm....yang pasti saat ini aku memahami bahwa orang yang sudah mengenal Kristus secara sungguh-sungguh pastinya nih....pastinya hidupnya berproses menjadi hidup yang bergembira, bersukacita, berbahagia, damai sejahtera. Wah...enak banget ya....koq bisa. Lupa ya sama persoalan hidup? Hm...nggak sih....ketika menerima Kristus, nggak berarti segala persoalan jadi berubah menjadi baik. Nggak...nggak sama sekali. Tapi bagaimana respon kita terhadap perjalanan hidup itu menjadi berubah. 

Lha...masak setelah menerima Kristus, kita masih ngeluh, kita masih baper, kita masih negatif thinking, kita masih gampang patah semangat. Wuih....nggaklah kawan-kawan...Aku tuh berpikir ketika kita menerima Kristus, maka kita menjadi orang yang selalu mempercakapkan yang positif, tidak mudah baper, semangat  terjaga karena kita bersandar pada kasih Karunia Dia. Kalau karena kekuatan sih....hm...nggaklah bisa ya. Hm...bisa sih...banyak koq orang yang belum menerima Kristus, hidupnya luar biasa. Tetapi harusnya ada dong yang membuat kita beda setelah menerima Kristus. 

Hm..satu hal yang paling jelas menurutku setelah kita bertumbuh dalam Kristus adalah menjalani keseharian itu dengan hati penuh sukacita, semangat, optimis, selalu ada aja yang dikerjakan, rasanya waktu itu kurang lho karena begitu banyak hal yang mau dikerjakan. Hm...belum lagi kalau terkait pemuridan. Duh...rasanya piye ya...Menengok ke belakang.....Tapi horayy....Tuhan itu baik banget ma aku. Dia ingatkan aku kembali. Lagi....dan lagi....bahwa You sudah dikasih anugerah kehidupan, jalanilah dengan optimal, sukacita, damai sejahtera (yang melampaui akal itu). 
So...kawan-kawan....mari yuk....kita menyadari betul kuasa anugerah penyelamatan Dia dan dengan kesadaran itu, hati kita memiliki tekad yang terus diperbahurui untuk menjalani hidup ini dengan berbeda dari sebelumnya. 

Oh iya...foto ini menceritakan di awal sekali kami, pengurus KOMPAK, mencoba bersatu hati melakukan pertemuan rutin untuk membahas Firman Tuhan. Membangun kesatuan hati untuk bertumbuh bersama. Pelayanan boleh sibuk, tetapi jangan lupa untuk fokus pada pertumbuhan dalam pengenalan akan DIA. Nah...maka kami bersama-sama setiap dua minggu sekali bersepakat dan komitment untuk membahas satu bab dari satu buku setiap pertemuan. Semuanya bertanggungjawab untuk membaca dan sharing mendapatkan apa dari membaca buku tersebut. Ruarrrr.....biasa. Pertemuan pertama kemarin mengingatkan aku kembali bedanya Mengetahui DIA dan MENGENAL DIA. Dan aku mau MENGENAL DIA bukan mengetahui DIA. MENGENAL DIA pastinya memberikan dampak pada bagaimana aku menjalani kehidupan keseharianku. Thanks to komunitas KOMPAK yang ruarrrr biasa.....

05 Maret 2018

Kesabaran Allah

Firman Tuhan pagi ini diambil dari Markus 12:1-12. Ceritanya tentang perempamaan tentang pekerja yang dipercaya mengelola kebun anggur oleh tuannya. Eh...setelah ditinggal pergi oleh tuannya dan kemudian tuannya  mau meminta keuntungan yang didapat dari kebun anggur itu, si pekerja malahan tak tau berterima kasih. Setiap hamba yang disuruh oleh tuan itu mendatangi pekerja di kebun anggur itu, maka pekerja kebun anggur itu mengusir, memukul, menganiaya bahkan sampai membunuh putra terkasih dari tuan pemilik anggur itu. Itu adalah gambaran tentang bagaimana bangsa Israel juga melakukan hal yang sama terhadap para nabi yang diutus oleh Allah dan bahkan membunuh putra tunggalNya. 

Melalui pembacaan firman ini, aku diingatkan tentang bahwa adalah hak Allah untuk memberikan pengelolaan "kebun anggur" milikNya, tetapi adalah hak Allah juga ketika dia meminta bagian Nya. Jadi nggak ada yang salah ketika Allah meminta sesuatu dari kita. Akan tetapi betapa seringnya kita, hm...dalam hal ini aku merasa bahwa hello.....jangan ambil dong berkat yang ini. Ini adalah miliku. Hiks..lupa kalau itu adalah pemberian DIA. Dia yang memilikinya, kita hanya dipercaya untuk mengelolanya. So...jangan kemaruk ya....dan jangan marah ketika Tuhan juga pada saatnya meminta kepada kita. Serahkan apa yang DIA minta. Hm.....syusah memberikannya:)  Jadi ingat tentang penatalayanan atas harta dalam kelas Kompak, dimana diingatkan bahwa harta miliki kita adalah sepenuhnya milik Allah. Kita hanya dipercaya untuk mengelola dan menggunakan untuk kemuliaan namaNYA. 

Akan tetapi betapa seringnya kita, manusia ciptaannya melupakan hakikat dasar ini bahwa Dia adalah sang pemilik dan kita adalah pengelolanya. So...mari....kita belajar untuk menyadari sepenuhnya pada apa yang kita miliki, baik harta benda, baik orang-orang yang kita kasihi, baik kesehatan, kecantikan, pekerjaan. Apapun yang kita miliki, mari kita belajar terus menerus menyadari bahwa semua itu adalah milik Tuhan. Dia hanya mempercayakan semua itu kepada kita untuk satu tujuan, kita mengelola dan mempergunakannya untuk kemuliaan namaNYa. Hm...sulit?? Pasti...tapi dengan proses penyadaran diri terus menerus, maka kita semakin memahami arti memiliki, arti mengelola, arti menggunakannya. Betapa sabarnya Dia terhadap tegar tengkuknya kita.

04 Maret 2018

Berpengharapan dalam Kristus

Wow.....aku buka blog ini, ternyata tulisan terakhir adalah 25 September 2013. Wis jan.....itu sudah puluhan tahun, alias 4 tahun lebih. Mosok seh....??Wah....luar biasa ya...ternyata aku melupakan blog ku yang satu ini. Dan tulisan terakhir tentang kekhawatiran. Dilalah...aku memiliki keinginan untuk menulis lagi karena aku sedang galau dengan hidupku. Hm...lebih tepatnya dalam kegalauan, aku memiliki semangat baru untuk memulai sesuatu lagi. Hm..sebenarnya bukan sesuatu yang baru banget sih...tapi mulai membangun kebiasaan-kebiasaan yang jatuh bangun dalam proses bangunannya. Well...nah...aku mulai dengan kotbah minggu pagi ini yang memberikan penghiburan dan peneguhan untuk terus berfokus pada pengharapan. Jangan fokus pada kegagalan atau ketidakberhasilan. Hm..Firman Tuhan tadi diambil dari "Keluaran 20:1-17 dan Yohanes 2:13-22" Kalau temanya sih sesuai dengan perayaan Ulang Tahun GKI Gejayan yang ke-18 tahun, yaitu "Berpartisipasi Aktif Ikut Membangun Gereja Zaman Now" (Yesus Bait Allah dan Kita).  Kebaktian pagi jam 6 ini, pak pendeta yang membawakan Kotbah Firman Tuhan adalah Bpk. Pdt. Arliyanus Larosa ( dar BPMS GKI). Hm...lihat pak pendeta ini, ingat ma bapak. Tipe pendeta yang kalau kotbah sangat...sangat serius, dari intonasi suaranya, dari isi kotbahnya. Super serius. Tetapi walau demikian, koq bisa juga membuat jemaat tertawa ya:) 
Nah, jadi inti kotbahnya yang diingat adalah bahwa dalam kehidupan, tidak ada yang namanya kegagalan kekal, tidak ada ketidakberhasilan kekal. Maksudnya adalah selama nafas masih diberikan, maka pengharapan itu masih ada. Lha koq bisa? Lha iyah...kita tuh punya Allah yang luar biasa, mosok....kehilangan pengharapan. Dia sudah datang dalam diri Yesus Kristus dan menang atas maut, membuktikan bahwa kubur Yesus sudah kosong dan bangkit dari kematian. Maut sudah dikalahkan dan sudah ke rumah Bapa untuk menyediakan tempat bagi orang yang mengasihi Dia. Lha...koq bisa kita kehilangan pengharapan? So...jangan kehilangan pengharapan karna kita memiliki Yesus Krsitus. Kemudian dia menutup dengan suatu ilustrasi cerita tentang seorang hamba yang akan dihukum mati oleh raja tanpa dia tahu kesalahannya. Menjelang sebelum dia dieksekusi, dia berpikir sepanjang malam mengenai kesalahannya dan dia tidak menemukan alasan kenapa dia dihukum mati. Tetapi dalam proses perenungannya menemukan kesalahannya itu, dia juga berpikir bagaimana agar dia tidak dieksekusi keesokan harinya. Lalu dia teringat tentang kuda putih kesayangan raja dan dia mendapatkan ide bagaimana supaya dia diberi waktu setahun untuk hidup lagi untuk memperolah peluang melakukan berbagai kemungkinan dalam setahun itu untuk dia terus hidup. Lalu dia menyampaikan kepada raja, "Baginda Raja, bla...bla...jika berkenan, berikan saya waktu satu tahun lagi untuk hidup dan membuat kuda putih kesayangan raja bisa terbang". Singkat cerita, raja setuju. Akan tetapi ketika dia kembali ke tengah keluarganya, dia bingung kenapa keluarganya tidak menyambut kedatangannya dengan penuh sukacita karena dia masih punya kesempatan  1 tahun lagi untuk hidup. Ternyata keluarganya marah dan sedih karna menurut keluarganya, dia tidak berpikir panjang ketika mengusulkan ide itu kepada raja. Bagaimana mungkin kuda putih kesayangan raja bisa terbang. Jika hal itu tidak terjadi, maka jangan-jangan tahun depan yang dieksekusi mati bukan hanya dia, tetapi keluarga dan keluarga besarnya. Lalu dia menjawab demikian, "Wahai keluargaku yang kukasihi, kita tidak tahu kemungkinan apa yang terjadi dalam 1 tahun ke depan, bisa saja kuda raja mati sehingga tidak bisa membuktikan kuda putih itu bisa terbang, atau bisa saja raja yang mati, sehingga hukuman mati dia tidak berlaku, atau jangan-jangan kuda putih itu memang bisa dilatih untuk terbang. Ada berbagai banyak kemungkinan dalam 1 tahun ke depan ini". Lalu pak pendeta berhenti dalam cerita singkatnya itu, bagaimana akhir ceritanya dalam 1 tahun ke depan...? Mari kita rangkai sendiri. Tetapi pesan moral dari cerita itu adalah bahwa selalu ada pengharapan. So..jangan fokus pada kegagalan/ketidakberhasilan, tetapi fokuslah pada pengharapan dalam Kasih Kristus. Mosok sih...Dia akan membiarkan kita dalam kesengsaraan/penderitaan kita? No way....so...terus berjalan dalam pengharapan dalam DIA. 
Wow...luar biasa kotbah pak pendeta itu. Firman Tuhan itu memang memberikan penghiburan dan kekuatan. Selalu menginspirasi ketika kita membuka hati pada setiap kebenaran FirmanNya. So...aku meninggalkan gereja dengan satu pengharapan baru lagi. Hiks...sebelumnya lebih dikuasai rasa galau daripada fokus pada pengharapan dalam DIA. Thank you, Jesus....You are very awesome.  
Nah...berdasarkan itu, maka sore ini, setelah istirahat yang panjang, maka aku bersemangat menyusun kembali rencana membangun kebiasaan-kebiasaan baru lagi. Hm..ndak takut nanti ndak berhasil seperti selama ini? Well....no way....tidak ada kata berhenti untuk berusaha selama nafas kehidupan masih diberikan. Terus berproses....so...semangat....Jadi, inilah beberapa ide kebiasaan-kebiasaan baru yang perlu aku bangun lagi setiap hari, yang muncul sore menjelang malam ini, yaitu:

1. Bangun pagi....Iyess...pasti dong. Jam berapa? Jam 05.00 ya...dan tidur teratur ya...paling lambat jam 23.00 lho ya...:)

2. Waktu teduh setiap pagi lagi bersama abang. Iyess.....semangat....

3. Baca Alkitab 5 pasal dalam bahasa inggris. Iyes....belajar pada kelompok bang ramses yang sedang membaca Alkitab. Wow...mereka sudah selesai PB lho...luar biasa. Hm..knapa bhs inggris? Sebenarnya lebih pada belajar pada lafal bhs. inggris lagi karena selama...hiks...15 tahun sdh meninggalkan bhs inggris. Nah, ada tuh beberapa hal yang bisa dikerjakan utk meningkatkan kapasitas dalam proses membaca Alkitab, yaitu:
a. Setelah selesai membaca 5 pasal, maka bisa diambil satu ayat yang paling menarik dan menghapalkannya dlm bhs. inggris lho.
b. Bisa juga mempelajari satu ayat terkait grammar bhs inggrisnya.
c. Cari lagu yang kira-kira sesuai dengan pembacaan n dihapal dong liriknya:)
d. Cari buku yang terkait dengan pembacaan n baca dong:)

4. Menulis blog lagi. Iyess....membangun kebiasaan menuangkan pikiran dalam tulisan. Konsistensi itu penting. Jadi minimal 1 kali dalam seminggu menulis blog ya. Akan lebih bagus lagi jika dalam waktu yang sangat banyak ini, bisa menulis blog di Jblessyou untuk setiap kebenaran yang diterima setiap pagi. Tapi...mari mulai dengan konsistensi lebih dulu ya...sekali dalam seminggu memproduksi satu tulisan dalam blog. 

5. Melihat peluang proyek di Devjobs. Iyes....makasih  iparku yang baik hati. Cara mendorongmu luar biasa bijak ya. Mari....tidak menyerah dengan kondisi yang ada, tetap mencari peluang yang ada sambil terus meningkatkan kapasitas dalam waktu yang begitu banyak. Nah, dari proses mencari peluang ini, ada bbrp lho yang perlu dikerjakan:
a. Dalam proses membaca informasi peluang proyek di devjobs, maka bisa meningkatkan kemampuan bhs. inggrisnya toh...
b. Hm...updated CV nya ya...karna saat dibutuhkan perlu sekali lho...:)
c. Melihat kembali lho report2 proyek2 sebelumnya:
    * bhs. inggrisnya
    * contentnya
    * keterkaitan tor, proposal dan reportnya
    * instrumentnya

6. Olah raga tiga kali dalam seminggu biar stamina oke punyah....Setiap Sabtu naik sepeda sambil kuliner dan bisa lho sambil ngunjungi teman.....kayak kemarin Sabtu, mengunjungi Ibu Rosa yang penuh semangat.

Wow...kebiasaan ini aja dibangun dengan konsisten dalam waktu luang yang begitu banyak ini, ruarrrrrr biasahhhhhhh. So, semangat ya....

Belum lagi yang lain loh....Pokoke...fokus ke yang 5 point ajah dulu dalam sebulan ini ya...yang lain menyusul, tapi sementara ditulis dulu deh biar ndak lupa:
1. Praktek gitar lho...
2. Praktek piano lho....
3. Persiapan kafe lho....

Nah...khusus persiapan kafe ini, wuih...banyak banget lho yang perlu disiapkan. Tuh dah ada listnya kan...Coba dilihat dan lakukan dalam waktu yang begitu banyak ini ya....Jadi banyak sekali yang bisa dilakukan dalam waktu yang sedang "turah" ini yah...So..semangat ya...

Btw, itu apa hubungan kedua foto di atas dengan tulisannya? Ha..ha...yang pasti....pas lagi dapat fotonya dan langsung diuplaod biar terdokumentasi dengan baik dan tentunya melihat bahwa dari lulus kuliah S2 sudah bersama dengan bang Ramses, kemudian menikah dong....Lah..selama hampir 14 tahun....bukankah Tuhan selalu memberi berkatNya? So...perjalanan panjang itu bukankah merupakan suatu bukti bahwa Allah selalu ada dalam musim kehidupan kami? Bukankah kami dipertemukan oleh DIA? Pasti Tuhan mau kami belajar banyak dalam kehidupan kami sehingga hidup kami perlahan tapi pasti semakin berubah. Berubaha bagaimana? Sukses? Berhasil? Apa itu sukses? Apa itu berhasil? Sukses n berhasil menurut ukuran siapa? Nah....jadi panjang deh ceritanya. Tapi satu hal....kedua foto ini menjadi pengingat bagaimana tahun-tahun yang kami lalui dalam segala musimnya, Dia selalu ada. So...tetap percaya dan berpengharapan dalam DIA.That is the point.

25 September 2013

Menghadapi Masa Depan Anda dengan Damai

Rabu, 25 September 2013
Menghadapi Masa Depan Anda dengan Damai: Yesaya 26:1-9
 
Saya percaya banyak diantara kita yang memikirkan masa depan, mempersiapkan masa depan, dan pastinya muncul akan kekhawatiran akan masa depan. Bisakah saya katakana 99,9 % diantara kita yang mengkhawatirkan masa depan? Sepertinya iya, tetapi masalahnya adalah berapa persen tingkat kekhawatirannya? Itu yang berbeda dari masing-masing kita.
Pagi ini, aku diajarkan bukan tentang masa depan saja, tetapi bagaimana percaya penuh kepada Allah, dan termasuk salah satunya adalah tentang masa depan kita. Aku belum sampai pada masa depan, tetapi masa sekarang aja…masih kabur bagiku tentang bagaimana mempercayakan diri kepada Allah. Sudah sangat sering mendengar kata percaya kepada Allah. Bagiku, Allah itu pasti menjaga dan memberkati kita ketika kita sudah melakukan bagian kita. Sepanjang kita tidak melakukan bagian kita, bagaimana mungkin Allah menjaga dan memberkati kita? Itu yang kupahami selama ini. Dan aku berkutat dengan apakah aku sudah melakukan bagianku? Misalnya disiplin waktu, displin kerja, tekun, dll…..dan hasilnya adalah aku melihat kegagalan disana sini, tetapi berkat Allah tetap mengalir, tapi selalu muncul ketidakpuasan…”Seandainya aku melakukan ini, melakukan itu…pasti berkatNYA jauh lebih dari yang sekarang”. Wah…pokoke….kegagalan deh yang terlihat.
Tetapi hasil ngobrol dengan kekasih hati (cie..cie…) tadi pagi memberi sudut pandang yang berbeda, bisa dikataka terbalik lagi.
Katanya: “Lho…memang menjadi anak Allah itu enak banget…..Itu nggak bisa dipungkiri (dalam hati menjawab, huh…koq enak benaaar….nggak terima.com). Kemudian dilanjutkannya dengan analogi “ Seperti anak dengan orang tuanya. Sebagai anak, dia nggak perlu selalu minta ini itu kepada ortunya. Ortunya akan memberikan apa yang dibutuhkan tanpa diminta, memang ada saatnya si anak yang meminta. Tapi secara umumnya orang tua akan memberikan apa saja yang dibutuhkan anaknya. Si anak hanya bertugas menjadi anak yang baik dan taat”.
Jawabku: “Nah…menjadi anak yang baik dan taat itu kan sudah merupakan bagian yang dilakukan si anak. Maksudkupun begitu…aku sebagai anak melakukan bagianku”. Lalu dia menjelaskan, tetapi melakukan bagian si anak yang dimaksud tidak lah harus melakukan ini dan itu, tetapi sebagai anak Allah, salah satu bagian yang kita lakukan adalah berdoa dan taat. Sekali lagi dalam hatiku menjawab,”Wuih…enak banget berdoa dan taat aja sudah selesai deh tanggungjawab kita. Nggak perlu melakukan bagian lain seperti yang kumaksud di atas. Wong katanya menjadi anak Allah harus menjadi “the best” (hasil retret Kompak Bertumbuh @ Omah Tembi, 15-16 Septmber 2013).
Lalu dijelaskan lagi, tetapi cara berpikirnya harus dibalik…bagian kita yang pertama sekali kita lakukan adalah: berdoa dan taat….dan yang lain akan menyusul untuk kita dimampukan untuk melakukannya. Contoh…dengan berdoa…maka kita menjadi tenang menghadapi persoalan, kita meletakkan kepercayaan kita kepada Allah. Dengan begitu, secara psikologis aja nih…., hati dan pikiran tenang dan ada kekuatan dan semangat untuk melakukan bagian kita yang lain, misalnya tekun bekerja, cerdik dalam bekerja, dll. Jadi logika berpikirnya dibalik…jangan melakukan ini dan itu dulu baru berdoa dan taat. Justru….berdoa dan taat lebih dulu, kemudian menjadi terbaik dalam bagian lainnya.
So…let’s pray first and then be the best in others action!!!